Langkah Awal Rekonsiliasi
PolitikOneindonesia:Langkah Awal Rekonsiliasi - Pertemuan antara pimpinan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia atau yang di singakat GNPF-MUI dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, pada hari Minggu 25/06/2017 siang, menjadi salah satu langkah awal menuju rekonsiliasi.
Demikian yang diungkapkan oleh Wakil Ketua GNPF-MUI Zaitun Rasmin usai menjalni pertemuan tersebut.
"Ya jelas itu. Silaturahim ini tentu saja harus ada tujuan-tujuannya, ya. Kami ingin memperbaiki kondisi di negeri ini, silaturahmi, juga meningkatkan komunikasi. Itu kan komunikasi ke arah sana, ke arah rekonsiliasi," ucap Zaitun Rasmin di Kompleks Istana Presiden, hari Minggu siang.
Langkah Awal Rekonsiliasi
Zaitun Rasmin juga mengatakan, win-win solution adalah prinsip yang akan dijunjung setinggi-tingginya dalam proses rekonsiliasi itu. Tidak ada yang merasa dipermalukan atau dikalahkan. Jika memang nanti ada yang harus masuk ranah hukum, prosesnya harus seadil-adilnya.
"Nanti bagaimana kondisi yang akan tercipta entah oleh siapa pun itu bisa diselesaikan dan nantinya win-win begini, tidak ada yang harus dipermalukan. Tetapi hukum juga harus jelas dan terang, tidak ada yang diskriminasi. Ya kira-kira begitu lah," ucap Bachtiar.
Ketua dari GNPF-MUI Bachtiar Nasir juga mengungkapkan kalau pertemuan yang berlangsung sekitar 20 menit tersebut tidak membahas rekonsiliasi secara teknis.
"Tetapi hari ini kami ingin membanggun komunikasi dulu lah, agar suasananya cair dan alhamdulilah pertemuan pertama itu cair sekali dan kami juga sudah mulai saling memahahi satu sama lainnya," ucapnya Bachtiar.
Selama ini, ormas GNPF-MUI dikenal gencar melancarkan kritikan kepada pemerintah, khususnya terhadap Presiden Indonesia Joko Widodo.
Salah satunya dengan melalui berbagai aksi unjuk rasa di Ibu Kota jakarta demi menindak lanjuti proses hukum mantan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama dengan perkara penodaan agama.
Pertemuan GNPF-MUI dengan Presiden Jokowi hari ini berlangsung secara tertutup. Selain itu Bachtiar Nasir pimpinan dari GNPF-MUI yang ikut serta dalam pertemuan antara lain Yusuf Muhammad Martak, Muhammad Lutfi Hakim, Habib Muchsin, Kapitra Ampera, dan Zaitun Rasmin.
Adapun Presiden Joko Widodo didampingi dengan Menteri Koordinator Politik Hukum dan juga dengan menteri Keamanan Wiranto, Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin.
Bachtiar juga mengatakan, dalam kesempatan itu, Jokowi menjelaskan bagaimana dirinya mengemban amanah rakyat. Jokowi juga selalu menjalankan setiap program dengan berbagai macam sudut pandang.
“Ada yang suka dan tidak suka. Bagaimana Presiden juga harus konsisten dalam program yang dijalankannya. Presiden mengatakan saya harus berani mengambil risiko itu,” kata Bachtiar setelah bertemu Jokowi di kompleks Istana Kepresidenan
Dalam pertemuan itu, Bachtiar juga mengatakan mereka mendapatkan fakta keberpihakan Jokowi terhadap rakyat dan umat.
“Yang kami juga luar biasa mendapatkannya adalah keberpihakan beliau pada ekonomi kerakyatan atau ekonomi keumatan. Kami dengar, alhamdulillah, ada will yang cukup bagus. Sampai yang sama-sama pernah kita dengar bagaimana sekian belas juta hektare tanah diperuntukkan buat rakyat,” katanya.

Leave a Comment